Monthly Archives: April 2010

To Blog or Not To Blog

better to write for yourself and have no public, than to write for the public and have no self — Cynill Connoly

beberapa waktu yang lalu, saya menemukan quote tersebut di Tumblr. saya kemudian mikir dan merenung sendiri.

selama ini, saya punya blog buat apa?

selama ini, saya update blog buat apa?

selama ini, saya menulis sekian banyak dan meninggalkannya di draft di dashboard buat apa?

pikiran-pikiran tersebut muncul dikarenakan pikiran lain yang sering mengganggu ketika sedang menulis (eh, mengetik) calon postingan baru, seperti ini misalnya:

aduh, ngapain sih gue posting beginian. cemen ah *ctrl A+delete*

apa yg bakal dipikir orang-orang ya kalo baca postingan ini? ada yang tersinggung ga ya?

bleehh, this is such a trash.

kemudian, setelah membaca postingan si tante Nilla, saya menjadi tergugah *CEILEEHH tergugah* :)) semangat saya muncul kembali. dan pikiran-pikiran jelek itu berusaha saya enyahkan.

this is note to self: don’t think what people would say. ignore those bad thoughts.  be yourself and write for yourself. this is your blog (eh bukan deng, aslinya punya mas Zam. aku cuma numpang space :p ). you chose to publish it, then enjoy the risks.

*melirik 5 biji draft yang masih terbengkalai, ga selesai gara-gara mendadak ilang mood. padahal awalnya napsu banget mau posting* :))

eh trusan pertanyaan-pertanyaan pertama itu ga kejawab ya hoho. ya saya ngeblog dan apdet blog buat menyalurkan apa yg ada di otak yang kadang ga cukup buat disampaikan dalam 140 karakter ;))

gambar (lagi-lagi) nyolong tanpa ijin dari sana.

Share

22

Gosh, I am now 22. twenty-two. I am old. and still unemployed. this world seems making a fun of me. when I don’t really expect things or kinda not really care, they come. and when I’m dying into it, they don’t come.

but I thank Allah for still giving me another chance to reach this age. alhamdulillah, for everything I got.

after all, for now and then, I supposed to not stop dreaming, not stop hoping, not stop wishing, also not stop trying, and not stop being grateful. I should be able take care of myself and become more responsible to everything I choose. and if someone gets hurt by my choices, nothing I can do except apologize.

thank you, people. for being the living witness of my life recently and perhaps for more years to go if you don’t mind. insya Allah, amin. deeply sorry for the last inconveniences I made.

picture taken from there.

PS: anyway, ntar kalo bikin KTP dan SIM baru (kebetulan masa berlakunya habis tahun ini), jenis pekerjaan yang tercantum apa ya? mahasiswa bukan, kerja juga engga. haduuhh (panic)

Share

Subtle Hints

disclaimer: ini bener-bener curhatan! kalo ga mau kecewa gara-gara keluhan saya yg mungkin terdengar sangat childish dan ih-plis-deh-lo, mending ga usah dibaca. atau mungkin ada yg tersinggung, saya mohon maaf, karna ini bener-bener lagi curhat. thank you.

sebagai teman, saya senang kalau kamu punya berita gembira.

saya turut senang kalau kamu senang.

tapi, saya akan lebih senang lagi kalau kamu mau berbagi kesenanganmu dengan saya.

sama halnya dengan, ketika kamu sedih atau susah, saya siap mendengar semua keluhan dan ceritamu, kebimbanganmu. menjadi pendengar setia. dan membantu sebisa saya, apapun kesusahanmu.

tapi, sampaikanlah semua itu secara jelas! jangan setengah-setengah, sok menyembunyikan berita. haduh, berasa seleb aja sih lo apa-apa serba diumpetin. wait, mending diumpetin ya, jadinya ga tau sama sekali.

lah ini, menyampaikan sesuatu setengah-setengah, separo-separo. bikin orang bertanya-tanya, maksut dari sekian banyak status implisit kamu itu. you know what, kayak gini malah bisa memicu gosip.

yeah, I’m talking about some friends of mine yang suka bikin status-status implisit. seperti hendak berbagi tapi waktu ditanya (dan biasanya sih saya nanyainnya offline atau di luar dari social media, ga ikut-ikutan berkomentar di lapak social media dia), jawabannya seperti menyembunyikan sesuatu. like ‘ada deeeehhh’, ‘ra-ha-si-a’. I really hate that kind of answers.

please, I know you for years, not yesterday afternoon. sepertinya pepatah ini memang benar: Twitter (dan social media lainnya), menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh.

oh crap. I should stop keeping my eyes on the screen. it makes me look at all these implisit statuses. and complaining like this. get your butt off the chair!

gambar dicolong tanpa ijin dari sana.

PS: Subtle = misterius, tersembunyi, tersirat. uhuy, malah dapet vocab baru hahahah :p

Share