Reseh

setiap lagi PMS (inget, PRE-Menstrual (eh apa menstruate ya? ya itu deh) Syndrome), saya pasti jadi orang paling rese di dunia.

apa aja saya komplenin. apa aja saya komentarin. pokoknya saya jadi RESEH. jadi nyebelin. ya saya emang biasanya juga nyebelin, tapi kalo lagi PMS, nyebelinnya jadi luar biasa. semacam out of control, begitu.

saya yang biasanya tidak menggubris dan lebih suka mendiamkan status-status orang-orang yang agak lucu atau aneh atau oh-please-you-gotta-be-kidding-me dan berkomentar di dalam hati saja, tiba-tiba jadi orang yang bisa menimpali APAPUN. selama ini, yang paling sering kena imbasnya adalah si kembar sial. pokoknya tumbalnya dia :)) karena saya bisa cerita apapun ke dia, apapun isi kepala saya, yang paling jahat sekalipun. dan dia kemudian tidak men-judge saya dan tidak membalas dengan preachy stuffs. no, we (me and Ruben) do hate preachy asses. we both realize that these craps I burst out, will be over soon. jadi, ya biarin aja ni bocah ngoceh sesuka hati dia, begitu pikir si Ruben :))

tumbennya beberapa hari ini, saya memang masih menjadikan si Ruben tumbal. tapi, entah dorongan dari mana (disinyalir dorongan dari si PMS sih, yang lebih besar dari biasanya bwahahah) saya memberanikan diri bikin rusuh (HAHAHAHAH). saya dengan resehnya ngomentarin status-status oh-please-you-gotta-be-kidding-me ke orangnya langsung. selama ini kalo saya resehnya ke Ruben, dia pasrah-pasrah aja direse-in saya. malah dia ikut-ikutan reseh =))

Continue reading “Reseh” »

Share

Unlimited Minds and Belief Subjectivity

manusia, katanya, adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. kenapa paling sempurna? karena Tuhan menciptakan kita, manusia, memiliki struktur tubuh yang sempurna, nyata, melengkapi kita dengan panca indera, memberi tambahan kepada kita berupa akal pikiran, dan tidak lupa memberi kita hati nurani dan perasaan untuk mengontrol akal pikiran. adapun Tuhan juga memberikan kita nafsu, agar kita tidak jalan di tempat, bergerak, untuk memotivasi kita dalam hidup. tanpa nafsu, mungkin kita tidak akan pernah punya obsesi dan mimpi-mimpi. again, hati nurani mengontrol nafsu dan akal pikiran kita, supaya kita tidak berjalan di luar kendali. IMHO.

makhluk ciptaan Tuhan yang lain, adakah memiliki kemampuan yang sama seperti yang kita miliki? Malaikat tidak punya nafsu, maka mereka seolah bertugas seperti robot Tuhan, menjalankan apa yang diperintahkan kepada mereka. Setan dan Iblis tidak punya hati nurani dan akal pikiran, mereka menggoda kita tanpa pernah bisa memahami mengapa mereka harus menggoda kita, karena memang itulah tugas mereka. hewan dan tumbuhan? mereka tidak punya akal pikiran, indera mereka juga terbatas.

Continue reading “Unlimited Minds and Belief Subjectivity” »

Share