Monthly Archives: September 2011

Double Screwed.

I don’t know how many times I’ve posted my anger here. and coincidentally (does this word even exist?), it’s just me being cranky on my PMS.

oh, salahin aja terus si PMS inih. tapi, mau bagaimana lagi. sudah kodrat wanita, katanya. ketika sedang mengalami pre-menstrual syndrome, didorong oleh hormon, rasanya seperti ada magma di dalam kepala yang sedang bergerak menuju puncak gunung api. siap meledak. kesenggol dikit, meletup. kesenggol banyak, DUARRR BOOM.

you’re screwed.

kasusnya di saya, bahkan hal-hal yang selama ini memang biasa saya (dan teman-teman) tertawakan bersama sebagai lelucon, seakan menjadi bumerang. saya bisa berbalik tidak merasa lelucon tersebut lucu, menyerang setiap orang dengan makian, ancaman, geraman, kejutekan, whatever you name it.

ditambah lagi ada sesuatu di dalam kepala ini yang sesungguhnya bisa saja saya keluarkan baik-baik, tapi tidak saya keluarkan secara baik-baik karena saya memang tidak ingin, maka dia mengendap, makin tinggi, dan yea, BOOM again.

double screwed.

the next minute after I was exploded, I usually regret everything. but then, I regret that I regret everything. there’s nothing to be regreted. because, I frankly yet awkwardly tell the truths inside my head everytime I explode.

well, there are some exceptions, tho. HAHA.

nggambleh opo toh aku iki jane?  (doh) ah wes ben, namanya juga lagi PMS. *lah*

picture from there

Share

I don't like this.

 

I. don’t. like. this.

I don’t like this situation.

So little time
I try to understand that I’m trying to make a move
Just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody’s changing
And I don’t feel the same

(Everybody’s Changing – Keane)

photo from there

Share

Galau Maskulin ala The Script

saya sering bingung kalau ditanya sukanya genre musik apa. dengan gampangnya saya menjawab “ya mana yang enak di kuping aja lah“. kalo liat playlist, pilihan lagu, penyanyi, dan musisi saya cenderung random. dan tergantung suasana hati pada saat itu.

eh kalo dipikir-pikir lagi, semua orang juga begitu kali ya. selalu mengait-ngaitkan lagu yang sedang didemen dengan susana hati. atau menyama-nyamakan suasana hati dengan lagu yang sedang didemenkan? ya begitulah.

maka, suatu hari saya bertemu sebuah lagu berjudul Breakeven. berawal dari tidak ada kerjaan di proyek (huhuhihi), bosan Facebook-an dan Twitter sepi, maka saya temangsang di YouTube. bosan sama trailer film di YouTube, saya browsing video-video orang yang meng-cover lagu-lagu terkenal. dengan randomnya saya bertemu Maddi Jane.

she’s 13 years old (just had her 13th birthday yesterday!), and have a wonderful voice. dia baru akil balig tapi suaranya ga kayak abege. lagu cover-an Maddi Jane yang saya dengar pertama kali judulnya Price Tag, originally from Jessie J. liriknya catchy dan lumayan menohok sih di awalnya huahahah. saya kemudian menelusuri akun YouTube-nya. dan ketemulah lagunya The Script berjudul Breakeven ini. Maddi Jane covered this song and sang this at Ellen Degeneres Show.

oke, saya ga mau membahas Maddi Jane lebih jauh. tapi siapakah dibalik lagu Breakeven ini. pertama-tama, saya meresapi liriknya terlebih dahulu. crap! gue banget! (yea, kayak orang-orang lain, first impression saya suka sama lagu adalah dari liriknya yang ‘gue banget’. entah apanya yang ‘gue banget’ hahahahah).

Continue reading “Galau Maskulin ala The Script” »

Share