Category Archives: sotoy

Balada Sopir Angkot

Tadinya postingan ini berjudul Balada Transjakarta. Waktu itu saya ingin mengeluhkan sekian poin kepada Transjakarta dan manajemennya. Kemudian ga selesai, karena sudah pernah ada yang membahas bahkan sampai ke seluruh aspek transportasi untuk Jakarta di sini.

Selanjutnya, saya hanya ingin menyampaikan keluhan saya kepada para pengemudi angkutan umum S11 jurusan Lebak Bulus-Pasar Minggu. Selama masih harus ngelaju dari Cilandak ke Kalibata, saya dua kali naik angkutan umum. S11 sampai Pasar Minggu, dilanjutkan M-16 sampai ke pertigaan volvo sebelum lokasi kantor proyek di Komplek BIN. Sejauh ini si S11 aja yang kelakuan sopirnya nyebelin. Pernah di awal, saya memuji-muji sopir yang mengingatkan penumpang untuk melihat-lihat jalan dulu sebelum turun.

Eh besoknya dan seterusnya sampai sekarang, kelakuan sopirnya kaga ada yang beres.

Continue reading “Balada Sopir Angkot” »

Share

To Blog or Not To Blog

better to write for yourself and have no public, than to write for the public and have no self — Cynill Connoly

beberapa waktu yang lalu, saya menemukan quote tersebut di Tumblr. saya kemudian mikir dan merenung sendiri.

selama ini, saya punya blog buat apa?

selama ini, saya update blog buat apa?

selama ini, saya menulis sekian banyak dan meninggalkannya di draft di dashboard buat apa?

pikiran-pikiran tersebut muncul dikarenakan pikiran lain yang sering mengganggu ketika sedang menulis (eh, mengetik) calon postingan baru, seperti ini misalnya:

aduh, ngapain sih gue posting beginian. cemen ah *ctrl A+delete*

apa yg bakal dipikir orang-orang ya kalo baca postingan ini? ada yang tersinggung ga ya?

bleehh, this is such a trash.

kemudian, setelah membaca postingan si tante Nilla, saya menjadi tergugah *CEILEEHH tergugah* :)) semangat saya muncul kembali. dan pikiran-pikiran jelek itu berusaha saya enyahkan.

this is note to self: don’t think what people would say. ignore those bad thoughts.  be yourself and write for yourself. this is your blog (eh bukan deng, aslinya punya mas Zam. aku cuma numpang space :p ). you chose to publish it, then enjoy the risks.

*melirik 5 biji draft yang masih terbengkalai, ga selesai gara-gara mendadak ilang mood. padahal awalnya napsu banget mau posting* :))

eh trusan pertanyaan-pertanyaan pertama itu ga kejawab ya hoho. ya saya ngeblog dan apdet blog buat menyalurkan apa yg ada di otak yang kadang ga cukup buat disampaikan dalam 140 karakter ;))

gambar (lagi-lagi) nyolong tanpa ijin dari sana.

Share

Ngrasani Wong

ngrasani wong (bahasa jawa) yang artinya: nggosip atau ngomongin orang. bahasa sopannya lagi ghibah.

siapa yang belom pernah ngomongin orang? siapa yang pernah diomongin orang? yaahh, saya sih ngaku aja deh, ngomongin orang pernah (dan sering (okok) ), diomongin… ga tau (lah ya saya mana tau ada yang ngomongin. wong orang pasti kalo ngomongin orang ya di belakang yg diomongin, no?)   (evilsmirk)

kalo ngomongin orang cuman berdua pastinya biasa aja kan ya? kayak curhat pribadi jadinya. kurang HOOOTT (funkydance)

kalo ngomongin orangnya rame-rame? cewek-cewek pasti demen. alah, jangan salah, cowok-cowok juga sering (hassle)

kayak kemaren itu waktu saya ngumpul-ngumpul dengan teman-teman seangkatan dalam rangka syukuran wisuda kloter kedua, saya sempat terlibat di dalam omongan cowok-cowok yg lagi pada ngegosip soal cewek. mending ceweknya saya ga kenal gitu ya, bisa ikutan ngomporin (ini kebetulan, masih sedikit yg dateng, baru saya cewek yg dateng, sisanya 5 orang laen cowok). lah ini orangnya saya kenal, geblek bener mereka :))

Continue reading “Ngrasani Wong” »

Share