GM-402-08-005written by: Jodi Picoult.

Jika kau menggunakan cara yang salah secara moral untuk menyelamatkan hidup anakmu, apakah itu menjadikanmu ibu yang buruk?

apa yang kalian pikirkan tentang seorang anak yang memang direncanakan untuk menyelamatkan hidup kakaknya, dengan memberikan bagian-bagian tubuhnya? itulah yang dialami Anna Fitzgerald, yang sejak lahir sudah menyumbangkan sel darah tali pusatnya untuk Kate, kakak perempuannya yang menderita APL (Acute Promyelocytic Leukimia) sejak masih kecil. Anna memang dibenihkan untuk membantu kelangsungan hidup kakaknya itu, oleh orang tuanya Sara dan Brian. sejak itulah Kate bertahan hidup, 10 tahun lebih lama dari perkiraan dokter.

ketika Kate akhirnya sekarat dan membutuhkan ginjal Anna, dia mulai mempertanyakan kebebasan medisnya. di usia 13 tahun, dia bertanya-tanya, sampai kapan dia harus menyuplai kehidupan untuk Kate. sampai kapan dia harus menjadi penopang hidup Kate. sementara penyakit Kate terus saja kambuh. Anna juga ingin punya hak atas tubuhnya sendiri.

saat itulah, dia memutuskan mendatangi Campbell Alexander, seorang pengacara, mengajukan tuntutan hukum kepada ibunya (yang lebih dominan menginginkan Anna untuk terus menyumbangkan seluruh organ tubuhnya untuk Kate) ke pengadilan. keputusan ini berakibat kepada keluarganya yang nyaris hancur, di mana hubungan Anna dengan ibunya pun menjadi renggang dan ayahnya memilih untuk menampungnya di kantornya (pusat pemadam kebakaran) sampai kepada saatnya sidang penentuan atas kebebasan medis Anna.

I finished this yesterday. tema ceritanya cukup menyentil, di mana orang tua sering merasa keputusannya benar. Anna baru berusia 13 tahun, banyak orang sering mengira pikirannya masih labil dan gampang dipengaruhi emosi, orang-orang di sekitarnya dan ibunya sendiri pun menganggap semua keputusan Anna untuk menggugat ibunya itu hanyalah emosi sesaat atau sekedar untuk mencari perhatian saja. tapi, ternyata masalahnya ga sesimpel itu.

alur cerita berjalan maju-mundur, dan chapter-chapter yang dibagi sesuai dengan sudut pandang orang pertama sebagai tokoh pencerita. tiap chapter berganti-gantian Anna, Sara, Brian, Jesse (kakak sulung Anna), Campbell, Julia (wali ad item Anna yang tidak lain adalah mantan pacar Campbell), kemudian diakhiri dengan satu chapter narasi dari Kate. chapter pertama diawali dengan cerita Anna yang pergi menjual kalung pemberian ayahnya untuk mendapatkan uang untuk membiayai pengacara, kemudian dia pun mendatangi Campbell.

separo lebih novel ini kebanyakan berisi kehidupan-kehidupan sebelum Anna menggugat ibunya dan setelahnya. banyak kejadian-kejadian bersetting rumah sakit, saat penyakit Kate kambuh dan harus dilarikan ke RS setiap saat, saat Kate melakukan cuci darah dan segala terapi untuk kesembuhannya atau semua kejadian saat Anna juga hadir di sana dan dirawat di sana setelah dia menyumbangkan organ tubuhnya untuk Kate. ada juga kisah cinta pertama Kate dan Anna, cerita masa lalu Campbell dan Julia. banyak kejutan-kejutan yang gue temukan di akhir cerita, apalagi ketika sidang berlangsung. dan endingnya, SO SAAADDD :((

speechless abis lah gue baca ini. gue sendiri ga bisa menentukan moral story dalam cerita ini, karena masalahnya begitu kompleks dan pelik dan kadang-kadang beberapa keputusan TERPAKSA diambil ketika sudah tidak ada pilihan lain. tapi, satu hal, hidup dan mati itu sudah ada yang ngatur. you’ll never know what will happen.

anyway, novel ini sudah difilmkan dengan judul sama dan dibintangi oleh Abigail Breslin sebagai Anna Fitzgerald, dan Charlize Theron Cameron Diaz (makasih, rd Limossin!) sebagai Sara. penasaran abis! I’ve been falling in love with Abigail Breslin since she played in Little Miss Sunshine. dan lagi menurut yang gue baca di Movie Monthly, endingnya dibikin beda banget sama yang di novel. WHOA WHOA WHOA. makin penasaran. DVD-nya udah ada blom sih? here’s the trailer btw.

rating: 4/5.