To Blog or Not To Blog

better to write for yourself and have no public, than to write for the public and have no self — Cynill Connoly

beberapa waktu yang lalu, saya menemukan quote tersebut di Tumblr. saya kemudian mikir dan merenung sendiri.

selama ini, saya punya blog buat apa?

selama ini, saya update blog buat apa?

selama ini, saya menulis sekian banyak dan meninggalkannya di draft di dashboard buat apa?

pikiran-pikiran tersebut muncul dikarenakan pikiran lain yang sering mengganggu ketika sedang menulis (eh, mengetik) calon postingan baru, seperti ini misalnya:

aduh, ngapain sih gue posting beginian. cemen ah *ctrl A+delete*

apa yg bakal dipikir orang-orang ya kalo baca postingan ini? ada yang tersinggung ga ya?

bleehh, this is such a trash.

kemudian, setelah membaca postingan si tante Nilla, saya menjadi tergugah *CEILEEHH tergugah* :)) semangat saya muncul kembali. dan pikiran-pikiran jelek itu berusaha saya enyahkan.

this is note to self: don’t think what people would say. ignore those bad thoughts.  be yourself and write for yourself. this is your blog (eh bukan deng, aslinya punya mas Zam. aku cuma numpang space :p ). you chose to publish it, then enjoy the risks.

*melirik 5 biji draft yang masih terbengkalai, ga selesai gara-gara mendadak ilang mood. padahal awalnya napsu banget mau posting* :))

eh trusan pertanyaan-pertanyaan pertama itu ga kejawab ya hoho. ya saya ngeblog dan apdet blog buat menyalurkan apa yg ada di otak yang kadang ga cukup buat disampaikan dalam 140 karakter ;))

gambar (lagi-lagi) nyolong tanpa ijin dari sana.

12 comments

  1. wah, quote yg pertama itu bagus banget.
    kalo ga salah pernah liat kamu nulis quote itu di twitter ya, nak? 😀
    ayo, keluarkan semua draft-draft mu yg masih tersembunyi itu!
    santai aja lah, nak… jangan terbebani dgn blog sendiri. B-)

    Reply

  2. hohohohh, saya nulis di blog karena saya mau, karena apa yg ada diotak saya buat dijadikan arsip tuk anak cucu (haaalahhhh) :))

    klo ada yg protes cuek aja beibeehhh (evil_grin)

    Reply

  3. @ Juminten: hohohoho, iya, tante pernah share di Twitter. dan postingan ini sempet terpendam lama di draft :p

    baiklah (gym)

    @ diah: boo-yaaahh (rock)

    Reply

  4. “this is note to self: don’t think what people would say. ignore those bad thoughts. be yourself and write for yourself. this is your blog you chose to publish it, then enjoy the risks.”

    nice quotation 😀
    aku juga ada beberapa draft di blog. mau dipublish tapi ragu2 hehe

    Reply

  5. ih aku juga sama lho… sering banget tuh udah nulis panjang2 tapi akhirnya ctrl a dan delete terus mikir ulang ngetiknya… tapi dari baca post uti yang ini aku jadi mikir lagi deh 😐 thanks for inspiring me (rock)

    Reply

  6. @ ichaelmago: tengkyuuuu 😀 happy blogging!

    @ Nisa: hahay. makasih sama tante Nilla tu loh. dia menginspirasiku bikin posting ini (haha) hidup ngeblog! (goodluck)

    Reply

  7. nulis di blog itu… karena tidak selamanya nulis 140 karakter itu cukup. Ha!

    tapi sekarang malah lebih sering nulis di blog satunya, entah kenapa (taser)

    Reply

  8. @ Ellya: 😀 ndak papa, el. proyekmu boleh juga. ah mau bikin ah yg versi Jogja ;))

    Reply

  9. Sama… aku juga. kadang2 kayak gitu juga…. ayo keluarkan semuaaaa

    Reply

  10. Lama gak ngeblog …. huhuhuhu ….
    tapi aku tetep akan rajin ngeblog kok setelah ini 😀

    Reply

  11. Hmmmm… kalo saya sih menulis blog untuk memuaskan hasrat menulis saya. 😀

    Reply

  12. (evil_grin) gilee….yaaa nulis blog untuk EKSIS doonkkk…artesss aja nulis blog, masa kalah siyyy *terjadi degradasi IQ dalam menulis komen akibat lama ga ngeblog*

    Reply

Leave a Reply