Double Screwed.

I don’t know how many times I’ve posted my anger here. and coincidentally (does this word even exist?), it’s just me being cranky on my PMS.

oh, salahin aja terus si PMS inih. tapi, mau bagaimana lagi. sudah kodrat wanita, katanya. ketika sedang mengalami pre-menstrual syndrome, didorong oleh hormon, rasanya seperti ada magma di dalam kepala yang sedang bergerak menuju puncak gunung api. siap meledak. kesenggol dikit, meletup. kesenggol banyak, DUARRR BOOM.

you’re screwed.

kasusnya di saya, bahkan hal-hal yang selama ini memang biasa saya (dan teman-teman) tertawakan bersama sebagai lelucon, seakan menjadi bumerang. saya bisa berbalik tidak merasa lelucon tersebut lucu, menyerang setiap orang dengan makian, ancaman, geraman, kejutekan, whatever you name it.

ditambah lagi ada sesuatu di dalam kepala ini yang sesungguhnya bisa saja saya keluarkan baik-baik, tapi tidak saya keluarkan secara baik-baik karena saya memang tidak ingin, maka dia mengendap, makin tinggi, dan yea, BOOM again.

double screwed.

the next minute after I was exploded, I usually regret everything. but then, I regret that I regret everything. there’s nothing to be regreted. because, I frankly yet awkwardly tell the truths inside my head everytime I explode.

well, there are some exceptions, tho. HAHA.

nggambleh opo toh aku iki jane?  (doh) ah wes ben, namanya juga lagi PMS. *lah*

picture from there

13 comments

  1. coba deh uthie sediain apa tuh ya namanya yg buat atlit tinju latihan itu lhooo yg buat ditinju2, “ledakin” amarahnya disana, kata org sih lumayan bikin lega. hehehe.. mudah2an segera membaik y thie emosinya :)

    Reply

  2. kadang PMS bisa jadi alibi kalo lagi pengen marah-marah dan meluapkan emosi yang sebenarnya *walo sebenernya ga PMS* (headspin)

    Reply

  3. ahahahhahaa… :-D

    sebagai sesama wanita, (drinking) toss duyuu..

    kalo gue ya Mbak, cenderung lebih manja sama pasangan.. dan saat saya ingin bermanja-manja terus ga diturutin.. baru deh .. (idiot)

    Reply

  4. Hahahah…alhamdulillah aku udah jarang marah-marah karena PMS :D

    Hei, kita nulis di buku Dear Papa yang sama :)

    Reply

Leave a Reply