Be Grateful. Always.

Tranquility

Be grateful for what you have achieved. Always.

Because you never know how time will get you or what surprise God will gives you.

Also, my advice:

Be careful with what you wish for. It might come true. 

Kadang-kadang kita suka main-main dengan permintaan dan permohonan kita. Kadang kita asal mengucapkan keinginan, yang mungkin masih tidak terbayangkan bagaimana rasanya kalau kita benar-benar mendapatkannya. Entah itu benda, nasib, uang, atau situasi. People say, “You only see what you want to see” and “Rumput tetangga akan selalu terlihat lebih hijau“.

Karang yo menungso.

Saya pun kena batunya. Ada masanya memang kita merasa Tuhan sedang tidak memihak pada kita (KITA? Elo doang kali). (kita merasa) Dia sedang memihak pada teman kita, misalnya. Kita merasa, Tuhan seolah sedang lupa, pada kita.

Padahal, mungkin saja kita yang sedang lupa. pada-Nya.

Ya, mungkin saja waktu itu saya sedang lupa. Lupa bersyukur. Saya lupa bersyukur terhadap apa yang sudah dan sedang saya punya. Saya lupa kalau memang Tuhan sedang ingin saya seperti beberapa waktu lalu, seharusnya saya ingat kalau saya sedang berada di posisi yang cukup nyaman bila dibandingkan dengan banyak orang.

Tapi, saya menginginkan sesuatu yang dipunyai orang lain, yang bahkan tidak terlalu menginginkan apa yang dia dapatkan waktu itu. Saya waktu itu seperti heran, kenapa dia yang tidak begitu menginginkan, malah mendapatkan apa yang saya sangat inginkan.

Saya sendiri lupa, kalau saya sedang dalam situasi yang sangat diinginkan orang itu. Saya terlalu memikirkan keinginan saya (yang diambil orang itu) dan lupa dengan apa yang saya punya. Sometimes we don’t know people are dying to be in our place, while we hope we’re in their place.

Sampai kemudian, Tuhan merencanakan sesuatu yang lain lagi untuk saya. Sesuatu yang PERNAH saya idam-idamkan. Senang? Tentu saja. Tapi, mungkin ini terhitung dadakan. Saya masih belum siap. Apalagi sebetulnya, saya sudah insaf dari impulsifitas (or should I say it a kind of ‘ephemera’?) saya beberapa waktu sebelumnya. Saya sedang berusaha menjalani dan mensyukuri apa yang telah saya terima.

Then my wish just came true. All of sudden.

I was kind of… not ready. Yet. To be honest, I kinda not really into that, not that excited as I was before.

Finding a new place is not easy, I really know. Moving out is another story. After series of thinking, I decided to stop find a new place and try to hold on a little longer in a place I live right now. And I sort of realized that I should be grateful.

Well, life goes on. It’s always darkest before the dawn. I will find a way.

Aslinya, saya cuma galau bagaimana mencapai tempat kerja baru dari kosan sini tanpa setres menghadapi kemacetan pagi hari yang naujubile itu, sementara sambil mencari kosan baru. Pindah kosan segan, berangkat habis subuh amat sangat tidak sudi. :p

Mau bilang gitu doang susah amat ya, ngelanturnya ke mana-mana. :))

5 comments

  1. jadi akirnya pindah kosan? ga ada ya dari kosan ke kantor tinggal koprol gitu? *loncat tiger spring*

    Reply

    1. harus pindah, el. lahiya kosan ku yang sekarang kan koprol doang ke kantor. tapi trus aku dipindah ke proyek ya penaknya pindah daripada ngangkot 2x capek di jalan blom macet. 😐

      Reply

  2. idem , n kadang susah untuk dipungkiri kalo kita ingin punya yg dimiliki orang lain.

    Reply

Leave a Reply