The Reading List.

Ini sebagian baru ngerampok dari Opat, sebagian dari rumah yang saya gotong kemari. Yes, dan semuanya itu baru dibaca sedikit, belum selesai semua. (kecuali Detektif Conan 71)
Ini sebagian ngerampok dari Opat, sebagian dari rumah yang saya gotong kemari. Yes, dan semuanya itu baru dibaca sedikit, belum selesai semua. (kecuali Detektif Conan 71) Belum termasuk yang masih terpajang manis di rak buku (baik itu di rumah maupun di kos) lho.

Membaca postingan-nya Rise, saya ikutan mikir lalu memandangi rak buku (Yang di rumah maupun di kos. Kebetulan pas lagi di rumah juga) lama sekali.

WOY BUKU GUE BANYAK BANGET YANG BELOM SELESAI DIBACA. Ada juga yang masih diplastikin, cuma satu sih. Saya ini tipe yang suka buka plastiknya, buka-buka sedikit, baru ditumpuk di pojokan.

Boro-boro buku-buku yang dibeli tahun 2012, yang dibeli tahun 2011 banyak yang belum selesai dibaca. Eh 2010 juga ada. Itu kan jaman saya masih jadi pengangguran. Nganggur wae orak rampung-rampung mocone. Kebanyakan itu buku-buku main ambil pas diskonan atau pesta buku. Seingat saya, tahun 2011-2012 itu kayaknya diskonan dan pesta buku ada di mana-mana dan diselenggarakan hampir sepanjang tahun.

Jadi, siklusnya begini.

Beli-baca sekian halaman-terdistraksi macam-macam (INTERNET TENTU SAJA. MENURUT NGANA AJA LAH)-main ke toko buku lagi-nemu diskonan-terjadi gerilya antara keinginan dan isi dompet/ATM-akhirnya beli satu atau dua atau tiga atau empat-buka satu atau dua-baca sedikit-terdistraksi lagi-nemu diskonan lagi/buku baru lagi-gerilya lagi-beli satu atau dua atau tiga lagi-baca sedikit lagi-gitu terus ampe bego.

Sampai akhirnya terkezutlah saya ketika memandangi rak buku di rumah. “Lho aku blom selesai baca ini, dan ini, dan ini, dan ini juga. Lalu yang itu, dan itu, yang itu, itu, itu, dan itu juga . NGAPAIN AJA SELAMA INI BELI BUKU DOANG GA DIBACA“. Saya sampai sudah terlalu malas untuk bikin daftarnya.

Itu baru yang buku cetak, belom yang e-book. E-book terakhir yang saya baca itu… Fifty Shades of Grey. :))

Begitulah. Namanya juga manusia. Kadang suka khilaf. Maafkan saya. Sekarang lagi pengen menyelesaikan semua buku yang ada di rak. Atau kalau memang tidak sanggup menyelesaikan, sudahi saja dan jual bukunya di garage sale. Lumayan buat nambah-nambah beli buku lagi. #orauwisuwis

Anyway, siklus ini juga terjadi pada donlotan film. Prinsipnya adalah: beli buku/download film-nya aja dulu, baca/nontonnya bisa kapan-kapan pas selo. (Lha masalahe pas selo iki yo ga dibaca-baca itu buku atau ga ditonton juga film-nya). 

 Anyway lagi, sehabis menulis draft postingan ini, saya ke shopping (tempat jualan buku murah di Jogja). Niatnya cuma ikut nemenin si adek dan sudah menguatkan jiwa dan raga agar tidak tergoda. Eh, tetep aja, iman ini terpatahkan dan terbelilah novel grafis “Sepeda Merah”, dengan dalih si buku tidak saya temukan di toko-toko buku (padahal yo lagi nggoleki neng Gramedia Kalibata karo Togamas Kotabaru tok). *sigh* 

7 comments

    1. saking banyaknya ik sampe malas nyebutin judul-judulnya. DEXTER AJA BLOM SELESAI DIBACA HAHAHAHAHAHANGOK.

      Reply

  1. sama dong, menimbun buku & film sudah jadi kebiasaan ya :p UDAH GA USAH KE TOKO BUKU DISKON & PESTA BUKU SELAMA SETAHUN!! 😀

    Reply

      1. Resolusi 2013 : kalap di Pesta Buku Jakarta & Islamic Book fair tahun ini hohoho…
        *bales dendam tahun lalu ngga bisa kemana2 >:)*

        Reply

  2. buku emang gak ada matinya yah Thie buat pecinta buku..

    anyway dikau ini di Jakarta apa Jogja sih sekarang??

    Reply

Leave a Reply