Weltmeister!

4th star!

Dua belas tahun mengikuti permainan timnas Jerman, berulang kali hasilnya antiklimaks. Dijagokan selama partai penyisihan grup sampai semifinal, selalu berakhir paling bagus jadi runner up, paling sering jadi juara ketiga.

Tapi, tahun ini lain. Benar-benar tahun bersejarah bagi DFB team.

Tahun ini bintang keempat ditambahkan ke logo DFB team, tanda Jerman berhasil menjadi juara dunia untuk yang keempat kalinya. Weltmeister!

Kali ini saya emang cuma mau liat pertandingannya Jerman aja huahahaha. Gimana cyin, udah tua, ga sanggup lagi melek pagi buta nonton bola tiap hari.

Tadinya saya pikir, Miroslav Klose, babangnya akoh striker satu-satunya itu ga akan main (seperti yang dihosipkan waktu Euro 2012 lalu). Dan ternyata… masih dikasih kesempatan main! Adek bangga, bang. :’)

Menggilas Portugal dengan mudah di awal penyisihan grup (Muller menebus permainan buruknya di Euro 2012 lalu dengan hatrick, bikin si genit Christiano Ronaldo cuma bisa bengong doang), ngos-ngosan lawan Ghana tapi berhasil menyamakan kedudukan (berkat tentu saja the one and only my man, babang Klose, yang baru main 3 menit udah nyetak gol hehehe),  dan bisa lolos ke perdelapan  final setelah mengalahkan Ameriki dengan satu gol saja.

Di perdelapan final lawan Aljazair nyaris gila liat pertahanan tim underdog itu begitu sulit ditembus tapi akhirnya menang tipis berkat Schurrle dan Ozil, lalu lolos ke perempat final.

Jalan berliku belum berakhir. Harus berjuang mati-matian ngelawan Prancis dan cuma menghasilkan satu gol dari babang ganteng aku yang lain, si Mats Hummels (yang sekarang digilai ciewe-ciewe. Sialan, gue nemu duluan sebelom dia terkenal, weeekk! *loh, posesif*).

Tatap mata abang, dek. Iya bang, iya.
Tatap mata abang, dek. Iya bang, iya.

Tentu saja, lolos ke semifinal bertemu…

…Brazil. BRAZIL, sodara-sodara.

Percayalah. Sekalipun saya membela dan mengagung-agungkan timnas Jerman mati-matian, saya selalu tau. Brazil sulit dikalahkan. Saya cemas. Gimana ini, masa antiklimaks lagi. Mau sampai kapan antiklimaks terus? Ini Brazil, dan ini di kandang mereka. Saya pun ga berharap banyak.

Pas pertandingan saya baru bangun jam setengah empat, kira-kira pertandingan sudah berjalan selama setengah jam. Begitu nyalain tivi, langsung bengong liat penunjuk skor dan nama-nama yang bederet panjang.

HAH, UDAH 5-0? LIMA-KOSONG? JERMAN LIMA, LIMA GOL! Satu di antaranya dari babang Klose, dan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang Piala Dunia pun terpecahkan!

APA? RONALDO? SIAPA ITU RONALDO?

MY MAN.
MY MAN.

Sejarah pun ditorehkan lagi.

Di babak kedua, pertahanan Brazil makin berantakan. Dua gol lagi mendarat di gawang Julius Cesar. TUJUH GOL. Tanpa balas. Satu gol lagi jadilah Saudi Brazilia. Inget 2002, Jerman panen gol sampai delapan lawan Saudi Arabia, pertandingan pertama yang saya tonton, yang bikin saya jatuh cinta sama timnas Jerman sampai sekarang, dan kepada babang Klose yang waktu itu langsung bikin hatrick.

Brazil benar-benar dipermalukan. Oliver Kahn pasti ngakak-ngakak di rumahnya di benua seberang. Dendam terbalaskan! Well, di menit-menit terakhir Brazil pecah telor tapi ya udah sih, kasih aja. Kasian. Huahahaha.

Menghajar Brazil.

Lalu duduk manis menanti lawan di final yang ternyata adalah… Argentina! Apa? Ada Messi? Argentina boleh punya Messi, but Germany has a team.

Pertandingan yang cukup alot. Sempet lemes pas Higuain ngegolin… tapi ternyata offside. ALHAMDULILLAH YA ALLAAAAAAAHH. Sampai babak kedua berakhir, masih belom ada yang ngegolin. Dan di tengah babak kedua saya harus liat babang Klose walked off the field, maka berakhir pula karirnya di World Cup (ini bener-bener berakhir). Sedih. Nyesek. Bang, perpisahannya gini aja? :((

dadah, abang… :((

Babang digantikan Gotze si personil boyben. Sampai di babak kedua extra time kedudukan masih sama, masih belom ada yang mecahin telor. Sumpah itu saya deg-degan setengah mati. Jangan, jangan adu penalti pokoknya jangan. Mendekati akhir extra time makin tegang karna ga ada tanda-tanda bakal ada gol. Udah kasian ngeliat Bastian Schweinsteiger yang berdarah-darah tapi dia tetep kekeuh mau main.

Beberapa saat kemudian, ga disangka-sangka, di tengah keputusasaan, Gotze mendaratkan gol ke gawang Argentina.

HAAHH! LEGANYA BUKAN MAIN. Berlanjut dengan gemeteran ga kelar-kelar karna sedikit lagi… sedikit lagi Jerman jadi juara. SEDIKIT LAGI. Asli itu gemeteran, pokoknya jangan sampai si Argentina mbales.

After the sacred goal. (halah, sacred)
After the sacred goal. (halah, sacred)

Dan begitu peluit panjang tanda pertandingan benar-benar berakhir, saya mengacungkan dua kepalan tangan tinggi-tinggi ke udara.

AKHIRNYA JUARAAAAAAAA!

Gemeterannya masih aja belom kelar saking girang dan bahagianya. Datang juga. Datang juga masanya mengangkat dan mencium dalam-dalam piala itu. Penantian yang begitu panjang. Jalan yang begitu berliku. Dua belas tahun.

Loew, the architect.
Loew, the architect.

You all deserve it. Weltmeister! Selamat juga untuk Manuel Neuer, yang meraih penghargaan Golden Glove.

Penantian dua belas tahun. xD
Penantian dua belas tahun. xD

Especially, you, my man. So long and thank you. Thank you for this twelve years. Danke schön!

Bahagianya itu di sini. :’)

Sampai jumpa lagi tahun 2016!

(Foto dari pelbagai sumber (berasa buku cetak Bahasa Indonesia SD ga sih :)) ). Sebagian dari fifa.com dan beberapa akun Twitter)

 

Leave a Reply