Konmari yang Kekinian

Kemarin lupa post tentang yang inih.

Jadi, waktu ditanya pengen kado apa, hmmm. Mikirnya rada lama. Meskipun punya wishlist yang cukup panjang, budgetnya terbatas huahaha. Maka saya pun putar otak cari kepengenan jangka pendek. Tercetuslah si Konmari (nyebutnya Konmari aja ah, judule kepanjangan soalnya haha).

Demi hasrat ingin beres-beres dan merapikan semua yg perlu dirapikan.

Kapan ya mulai bacanya. Wong timbunan masih banyak…

Kabar Perbukuan

Selamat malam, generasi optimis!

Sudah lama saya tidak berbincang-bincang mengenai perbukuan di blog ini. Jadi, apa yang baru ya?

Oh, kabar timbunan seperti biasanya ya.

  • Dikarenakan saya alhamdulillah dapat rejeki nomplok curplusan dari kantor kebangganku Leighton (HAHAHA. Eh saya cukup bangga jadi lulusan Leighton sih, banyak dapat pelajaran dan network yang meluas. Alhamdulillah lagi), tentu tidak dilewatkan untuk menghamburkannya dengan membeli buku. Apa yang saya beli? Dua saja sih. Yaitu, The Grownup by Gillian Flynn dan The Litigators by John Grisham. Yang satu memang sudah diincar lama dan sudah kelar karna bukunya tipis hahahah. Yang satunya random saja, karna lagi pengen baca tentang penyelidikan-penyelidikan tapi yang ga capek kejar-kejaran dan kebetulan pengen nyobain baca John Grisham selain serial Theo Boone jadi yah~

TheLitigators_thumb

Continue reading Kabar Perbukuan

The Grownup

Singkat sajah, saya cuma mau bilang, kalau kalian harus baca karya-karya Gillian Flynn!

MBAKNYA INI SUNGGUH SADIS. BISA YA DIA BIKIN TWIST BEGINI.

Asalnya saya underestimate karna liat kok bukunya tipis banget. Di Kinokuniya sih harganya 98 ribu, kalau di Periplus mungkin bisa dapat lebih murah, atau ya kurang lebih sama.

Novelnya boleh tipis, tapi kertasnya tebal. TEBAL DAN BAGUS. Wuih. Dan ukuran buku bikin nyaman bacanya, ga besar, ga kecil, sedang, pas.

Setelah dibaca… SIKAMPRING BUKU INI KAMPRET BANGET. KAMPRET. KAMPRET.

Udah gitu aja. Bacanya kelar dalam semalam aja. Sampai tengah udah kek yang yakin banget endingnya bakal begini dan begitu. Plus sedikit merinding karna agak horor tapi tenang saja, aslinya ini bukanlah novel horor, tapi thriller. Pas menuju akhir… LHO KOK. APA INI. KOK BEGINI. LHO KOK EH KOK JADI BEGINI, EH KOK BEGITU. LALU GIMANA, LHO KOK BISA.

Yah semacam itu lah. Hahahahah. Worth to read! Mungkin gue tidak merasakan sensasi ini ketika membaca Gone Girl, karna gue sudah nonton filmnya berkali-kali. Jadi yah, ah udah tau endingnya dan jalan ceritanya.

Kalau yang ini, berhubung tidak mengerti mau ke arah mana, dan sudah underestimate duluan, jadinya tidak terlalu berekspektasi dan di luar dugaan, novel tipis ini sukses bikin saya kesal dan marah-marah sebelum tidur. Bikin susah tidur pokoknya. KZL, MZ.

WOULD LIKE TO READ MORE FROM GILLIAN FLYNN!