Tahun 2017 bisa dibilang tahun yang cukup bikin saya hampir gila.

It was overwhelming.

Di awal tahun sempat haha hihi berbahagia, kemudian memasuki pertengahan tahun mulai panas dingin menegangkan. In the end of the year, it’s all falling into pieces and this year I would have to collect all those pieces together.

Let’s recap last year journey.

January-March

It looked pretty solid at first. I was very excited to live the year ahead. Le boss convinced that I will move to Bali in February and I need to confirm the accomodation so I confirmed. Ceritanya saya gantiin orang di Bali yang akan pindah ke Sidney, jadi saya cuma nerusin akomodasi dia aja. Ya gimana ya, I barely know Bali. Untuk sementara pasrah aja kali kan, bisa apa. Wakwaw, akhir Februari dinyatakan yang di Bali batal ke Sidney, saya juga batal ke Bali. Krik krik. Kembali ke rutinitas Jakarta yang biasa.

Kepastian saya tidak jadi ke Bali juga semakin memantapkan saya untuk berangkat ke Jepang tahun ini dan berburu tiket di Japan Travel Fair di Kokas. Semua berjalan mulus tanpa halangan berarti (misal, harus ngantri panjang. NOPE. Did not experience that) dan berhasil membungkus tiket pulang pergi naik All Nippon Airways tanggal 29 Nov-6 Des 2017 dan membayar 4,6 juta rupiah yang menurut saya pretty good deal.

Lainnya, saya cukup heran saya bisa terjerumus ke dalam lembah beracun akibat seseorang di kantor (sampai liburan bareng ke Bali juga hahahaha you’ll be surprised I could survive). Untungnya itu tidak berlangsung cukup lama.

April-June

Sebagai tombo sakit hati ga jadi pindah ke Bali, saya main ke Bali di bulan April. Saya masih hutang postingan Day 2 dan Day 3 rupanya. :p

Hal lain adalah saya dipromosikan menjadi Senior QS. Sebetulnya tidak terlalu mengejutkan sih, karna selama setahun sebelumnya saya sudah kayak Senior QS meskipun titel resminya masih QS. Tentu saja kenaikan remunerasi dan pergantian kartu nama diterima dengan mengucap syukur tanpa henti sekaligus mengingatkan diri sendiri bahwasanya akan ada tanggung jawab yang lebih besar di depan. So, be prepared.

Di bulan Mei adalah gathering kantor di Kuningan, Jawa Barat. Tiga hari yang lumayan menyenangkan. Meskipun doorprize-nya ga seheboh gathering di kantor saya yang lama (gathering kantor lama ga pake nginep, tapi dapet iPod Touch). Di gathering ini pula diumumkan bahwa akan ada pergantian Director. Director yang lama bakalan balik kampung ke ostrali sonoh dan digantikan oleh Associate yang tadinya jadi kepala kantor Bali.

Wooowww, baru juga setahun udah ditinggal bos lagi awak. Jadi, kapan enaknya saya dirukyah? Kayaknya sih rukyahnya dalam bentuk lain, yaitu breakout di muka, sodara-sodara!

Seumur-umur saya belum pernah kena jerawat separah ini. Pipi saya tiba-tiba penuh jerawat. Satu baru mau sembuh, muncul tiga lagi. Disinyalir akibat saya kecentilan nyobain masker Super Jeju Volcanic-nya Innisfree yang ngeheits itu. Ceritanya kan Innisfree bulan April buka gerai di Jakarta tuh. Saya ga ketinggalan dong mengunjungi. Meskipun akhirnya cuma beli sheetmask, saya ikutan daftar jadi member dong biar dapat sampel gratis, salah satunya si Super Jeju Volcanic Mask-nya itu.

Dicoba sekali, wawww bersih mukaku! Kali kedua kayaknya selain minyak di muka, dia ikutan ngangkat air di muka saya. Jadilah muka saya dehidrasi. Selama ini muka saya kan tipenya berminyak, akibat dehidrasi ini jadi kering di tempat yang biasanya saya kira berminyak.

Selama lebaran saya sibuk cari skincare pengganti dan semua jadi lebih baik berkat Aloe Vera Gel! Waktu itu saya belinya sih Wardah karna nama pun lebaran, maunya cari yang gampang dan ga ribet. Saya juga akhirnya ke dokter kulit (dokter SpKK, bukan yang di klinik kecantikan) dan dikasih obat jerawat, krim malam, sekaligus antibiotik yang diminum. Alhamdulillah sekarang sih udah baikan. Tapi, bekasnya masih ada dan saya masih berjuang menghilangkannya sampai sekarang.

Lebaran tahun ini ga ke Malahayu (kampung bapak emak saya), malah staycation di Puri Asri, Magelang. Saya ketagihan staycation emang, makanya sebisa mungkin ada jadwal staycation tiap tahun paling ga 2 kali lah.

July-September

Juli sampai Agustus dapet kerjaan tambahan project Melbourne sementara dua project utama saya juga lagi caper-capernya. Yang satu kudu nyiapin dan beresin Final Account semua paket pekerjaan, yang satu riwil banget harus kelar semua urusan variation. Belom lagi transisi dari Director lama ke Director baru, ditinggal QS gesit dan tangkas andalan akoh sekolah lagi ke Singapura hiks, dan jengjeng jengjeng… pindahan kantor.

Sungguh masa-masa menegangkan ditambah berdoa dengan adanya semua lika-liku ini breakout tidak nambah parah dan menemukan pencerahan bagaimana supaya mukaku kembali mulus seperti dahulu kala.

Saya sangat berterima kasih pada oknum-oknum yang masih mau menanggapi racauan saya saat sedang senewen-senewennya baik online maupun offline. Di bulan-bulan ini saya banyak membangun bonding online dan offline, meskipun saya juga jadi sangat pemilih. I get rid of toxic people and maintain people under the same frequency with me (eyaaaa kek radio aja, satu frekuensi).

Di bulan September, rukun ibadah umroh Ghibli saya tuntas. Saya mengunjungi Ghibli Exhibition 3 kali dan menonton 3 film Ghibli favorit saya di bioskop. Saya pun dapat postcard Ghibli dan stiker Ponyo komplit akibat menang kuis iseng. Hadiahnya datang sekitar sebulan setelah pengumuman kalau ga salah. UNTUNG BELOM PINDAH KANTOR ITU HAHAHAH. Saya pun bertekad kalau ke Jepang nanti akhir November harus mengunjungi museum Ghibli di Mitaka.

View this post on Instagram

Sebuah prestasi.

A post shared by Uthi (@uthiewul) on

Sebuah prestasi: foto sama oshi!

Akhir September isinya farewell. Sama Rise dan Director lama.

Sama Rise biasa aja sih hahahahah. Cuma makan-makan dan karokean. Toh dia kan pasti bakalan pulang ke sini. Kalo ga ya paling dia dicoret dari KK dan daftar penerima warisan sama ibunya.

Farewell dinner Director lama dilaksanakan di JW Marriott. Seminggu kemudian, kami para QS dan Associate ngasih kado GoPro 5 dengan harapan doi nanti di ostrali jadi vlogger hahahahahah. Nangis lho dia pas kami ngasihin kado. Saya ga ikutan acara penyerahan kado dan liat adegan dia mimbik-mimbik pas buka kadonya karna lagi meeting, tapi ada yang upload di instastory.

October-December

Wah ini dia puncak dari kegilaan saya. Selama bulan Oktober udah pernah saya ceritain di marih. Udalah itu beneran, masih bisa nafas aja bagus. :)))

Well, masih sempat untuk staycation di Padma, Bandung sih. Tentu saja ini buah dari pundi-pundi lemburan hahahah.

View this post on Instagram

Kemulan mode.

A post shared by Uthi (@uthiewul) on

Bulan November cuma agak senewen di awal bulan pas baru pindahan karna project Melbourne tahap dua harus selesai dalam satu minggu. Yaudalah, hari Sabtu masuk, tiap hari pulang jam 7-8 malem. Malah pas hari deadline-nya pulang jam 9 malem.

View this post on Instagram

Memasuki bulan kedua di (gedung) kantor yang baru.

A post shared by Uthi (@uthiewul) on

Sisa bulan November nampak adem-adem aja jadinya kan saya tinggal pergi liburan ke Jepang pas akhir bulan.

Oya, SAYA GA DAPET TIKET KE GHIBLI MUSEUM! Kurang ajar. Padahal cuma selang sejam sejak pembelian dibuka, saya udah kehabisan. Udah kayak beli tiket mudik aja. Karna gagal ke Ghibli Museum, akhirnya saya memutuskan ke (((Kampung))) tempat tinggal Rise. Selain katanya ada salju (GA ADA pas saya ke situ) dan atmosfernya Ghibli banget (kalo ini sih iya) sekalian nengokin bocah desa. Gagal sih ketemu Rise (karna doi ada kelas seharian) dan liat salju (udah mencair pas wa datang).

View this post on Instagram

Ghibli vibe.

A post shared by Uthi (@uthiewul) on

View this post on Instagram

Putri sejati. (Apa lo apa lo)

A post shared by Uthi (@uthiewul) on

Pas saya balik ke kantor di awal Desember, jengjengjeng… this is when everything is falling into pieces. Yes, I have been overwhelmed and failed to manage deliverables properly. Awak pun sukses dikeramasin.

That was my crazy 2017.

Selama 2017, saya ga baca buku. Saya banyak baca komik dan webtoon. Baca buku pun cuma pas libur Natal karna udah bingung mau ngapain lagi.

Nonton film di bioskop masih, tapi ga banyak yang berkesan. Pengabdi Setan gimana mau berkesan, wong saya kebanyakan nggambleh ora jelas dan nutup muka. Ayat-Ayat Cinta 2 saya ga berminat tapi sangat terhibur dengan review laknat ini.

Musik tidak ada yang spesial, saya cuma berkenalan dengan Keyakizaka46 dan suka, mereka idol dengan konsep berbeda. Sisanya EDM masih merajai dan saya masih malas ngikutin. Saya malah jadi banyak ngikutin J-Pop dan peridolan. :)) Sondre Lerche kenapa tidak ke Indonesia siiihh?

Berhasil menamatkan beberapa serial di Netflix; 13 Reasons Why, Designated Survivor (masih ongoing sih), The Cravings (Korea), The Faces of Ito (Jepang), Kantaro the Sweet-Tooth Salary Man (Jepang), Samurai Gourmet (Jepang), Stranger Things Season 2, Black Mirror Season 4. Black Mirror season 4 kurang berkesan ya. Tidak se-cringey season-season sebelumnya yang bisa bikin saya gemetar dan harus banget ketemu orang setelah nonton beberapa episode.  Sempat nonton serial crime investigation Korea berjudul Stranger, ga sampai selesai sih, tapi ini serial yang bagus. Kayaknya mau lanjutin tahun ini. Serial lainnya kebanyakan saya cuma nonton beberapa episode trus berhenti karna bosan. Di akhir tahun banyak serial yang nampaknya bagus, cuma ya pikiran hamba sedang kalut jadinya malas nonton yang serius-serius.

So, this year I need to pay all the damage happened and manage to stay sane and stay calm. Project baru sudah menanti dan project yang kemarin-kemarin harus selesai. Tahun ini saya mau berusaha baca buku lagi dan memanfaatkan Kobo yang sempat saya anggurkan setahun. Ga pasang target di Goodreads sih, we’ll see. Rencana jalan-jalan sudah ada, staycation harus tetap dijadwalkan minimal 2 kali dalam setahun! Kalo bisa malahan sebulan sekali hahaha.

Jangan lupa

(You know where to get those Qasidah memes, don’t you?) 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.