Turning Thirty

Tambah tua lagi. Tidak main-main (is it ever about main-main when you’re turning to new age?), sekarang sudah bukan twenty something lagi. Sudah tiga puluh.

Lima hari pertama usia 30 saya habiskan dengan lembur di kantor. Hahahaha, perempuan metropolitan sekali kan seperti di chiklit populer.

Masih gini-gini aja perasaan. Rasanya tetep kayak umur dua puluhan.

Bedanya mungkin saya udah tau how to not giving a fuck aja. Udah tau mana yang harus dipikirkan, mana yang engga. Omongan siapa yang harus didengerin dan omongan siapa yang engga.

Sudah tau mau atau tidak mau melakukan sesuatu tanpa harus meminta justifikasi orang lain. Kadang-kadang kayak meminta opini orang lain tapi ujung-ujungnya sudah bikin kesimpulan dan keputusan sendiri hahahaha.

Toh orang-orang sekitar saya juga bukan orang yang suka mendikte saya ini itu. Even my parents are super chill. Or maybe basically they know nothing could stop me when I have something I would like to achieve.

Another thing, reaching this age, I have learned how and when to stop.

Moving forward, I just need to remember to put the glass down. Dan mulai beli skincare anti-aging! :)))

Twenty Nine

Kalau sudah di penghujung bulan April begini, tandanya saya sudah nambah tua lagi. Tahun ini dua puluh sembilan.

Tahun ini adalah tahun terakhir saya mengaku-aku sebagai mbak-mbak dua puluhan.

Tenang saja, sebagian jiwa saya masih berasa kayak umur dua puluh dua. Umur dua puluh dua saya pernah bikin postingan kayak begini dan sampai usia dua puluh sembilan ini postingan blog ini masih saja kurang berfaedah bagi generasi penerus bangsa.

You see, some things don’t change, right?

Saya juga pernah posting begini, trus tau-tau baca itu lagi sekarang macam mak jegeeeerrr.

Dari yang saya tuliskan di situ, yang kejadian dan sesungguhnya sangat saya rasakan adalah bagian ‘know myself completely’. Bagian ‘reach every dreams I had (at that time)’, saya aja udah lupa saya ngimpi apa aja waktu itu (selain yang saya tuliskan di situ hahahah). My own designed house? Kayaknya saya udah lupa caranya pakai AutoCAD. But I can do the budget and costing instead, saya anak Excel dan Cost-X sekarang. :))

Postingan tersebut memuat target saya ketika menginjak usia 32 dan saya masih punya waktu 3 tahun lagi untuk mencapai semuanya. Mudah-mudahan salah satu (atau kalau bisa semua sih hahaha) bisa tercapai sebelum itu ya.

Kalau belum juga, ya sudah. Manusia boleh berencana, Tuhan juga boleh berencana kan?

Featured image from here