Balada Sopir Angkot

Tadinya postingan ini berjudul Balada Transjakarta. Waktu itu saya ingin mengeluhkan sekian poin kepada Transjakarta dan manajemennya. Kemudian ga selesai, karena sudah pernah ada yang membahas bahkan sampai ke seluruh aspek transportasi untuk Jakarta di sini.

Selanjutnya, saya hanya ingin menyampaikan keluhan saya kepada para pengemudi angkutan umum S11 jurusan Lebak Bulus-Pasar Minggu. Selama masih harus ngelaju dari Cilandak ke Kalibata, saya dua kali naik angkutan umum. S11 sampai Pasar Minggu, dilanjutkan M-16 sampai ke pertigaan volvo sebelum lokasi kantor proyek di Komplek BIN. Sejauh ini si S11 aja yang kelakuan sopirnya nyebelin. Pernah di awal, saya memuji-muji sopir yang mengingatkan penumpang untuk melihat-lihat jalan dulu sebelum turun.

Eh besoknya dan seterusnya sampai sekarang, kelakuan sopirnya kaga ada yang beres.

Continue reading Balada Sopir Angkot

Unlimited Minds and Belief Subjectivity

manusia, katanya, adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. kenapa paling sempurna? karena Tuhan menciptakan kita, manusia, memiliki struktur tubuh yang sempurna, nyata, melengkapi kita dengan panca indera, memberi tambahan kepada kita berupa akal pikiran, dan tidak lupa memberi kita hati nurani dan perasaan untuk mengontrol akal pikiran. adapun Tuhan juga memberikan kita nafsu, agar kita tidak jalan di tempat, bergerak, untuk memotivasi kita dalam hidup. tanpa nafsu, mungkin kita tidak akan pernah punya obsesi dan mimpi-mimpi. again, hati nurani mengontrol nafsu dan akal pikiran kita, supaya kita tidak berjalan di luar kendali. IMHO.

makhluk ciptaan Tuhan yang lain, adakah memiliki kemampuan yang sama seperti yang kita miliki? Malaikat tidak punya nafsu, maka mereka seolah bertugas seperti robot Tuhan, menjalankan apa yang diperintahkan kepada mereka. Setan dan Iblis tidak punya hati nurani dan akal pikiran, mereka menggoda kita tanpa pernah bisa memahami mengapa mereka harus menggoda kita, karena memang itulah tugas mereka. hewan dan tumbuhan? mereka tidak punya akal pikiran, indera mereka juga terbatas.

Continue reading Unlimited Minds and Belief Subjectivity

Death

saya selalu merinding ketika mendengar/membaca/melihat berita kematian orang-orang terdekat dari orang-orang yang saya kenal.

saya ini takut mati loh.

saya emang seringnya sok ga peduli soal kematian. ya gimana, namanya meninggal itu ga ada yg tau. siapa tau habis nulis postingan ini saya meninggal, atau bahkan saya ga sempat menyelesaikan tulisan ini, saya meninggal. ya toh?

dan ya, saya takut saya akan meninggal ketika saya belum ingin meninggal. itu aja sih. who wants to be dead, anyway?

hwahahahahha. serius banget ya kesannya.

tapi, serius. saya selalu merinding kalau tau berita kematian orang-orang terdekat dari orang-orang yang saya kenal.

saya ga bisa ngebayangin gimana kalau kejadian itu menimpa saya. ditinggalkan orang-orang terdekat.

apa yg bakal saya rasakan, dan bakal gimana kehidupan saya setelahnya.

mungkin sekarang belum, mungkin nanti.

mungkin saya duluan, mungkin mereka (orang-orang terdekat saya) yg duluan.

nobody knows.

Ya Allah, lindungi orang-orang terdekat saya yang mungkin sedang berada jauh dari saya. semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. amin.

———

gambar dari sana.

eh gilak, serem ya postingan saya? heheheheh, buat bahan renungan aja kok 🙂