timbunan

Lost Love

Lost Love

Lost love belongs in a three-minute song, pulling back feelings from a time to time when they came unbidden, recalling the infatuation, the walking in sunshine that cannot last and the pain of its loss, whether through parting or the passage of time, reminding us that we are emotional beings. Adam Sharp (The Best of Continue reading Lost Love

Konmari yang Kekinian

Konmari yang Kekinian

Kemarin lupa post tentang yang inih. Jadi, waktu ditanya pengen kado apa, hmmm. Mikirnya rada lama. Meskipun punya wishlist yang cukup panjang, budgetnya terbatas huahaha. Maka saya pun putar otak cari kepengenan jangka pendek. Tercetuslah si Konmari (nyebutnya Konmari aja ah, judule kepanjangan soalnya haha). Demi hasrat ingin beres-beres dan merapikan semua yg perlu dirapikan. Continue reading Konmari yang Kekinian

Kabar Perbukuan

Selamat malam, generasi optimis! Sudah lama saya tidak berbincang-bincang mengenai perbukuan di blog ini. Jadi, apa yang baru ya? Oh, kabar timbunan seperti biasanya ya. Dikarenakan saya alhamdulillah dapat rejeki nomplok curplusan dari kantor kebangganku Leighton (HAHAHA. Eh saya cukup bangga jadi lulusan Leighton sih, banyak dapat pelajaran dan network yang meluas. Alhamdulillah lagi), tentu Continue reading Kabar Perbukuan

The Grownup

The Grownup

Singkat sajah, saya cuma mau bilang, kalau kalian harus baca karya-karya Gillian Flynn! MBAKNYA INI SUNGGUH SADIS. BISA YA DIA BIKIN TWIST BEGINI. Asalnya saya underestimate karna liat kok bukunya tipis banget. Di Kinokuniya sih harganya 98 ribu, kalau di Periplus mungkin bisa dapat lebih murah, atau ya kurang lebih sama. Novelnya boleh tipis, tapi Continue reading The Grownup

Seki-kun

Nemunya ga sengaja. Pertama membaca seri pertama pun rasanya datar-datar saja. Datar tapi cukup mengena. Karna saya lanjut beli volume selanjutnya sampai sekarang sudah mencapai volume 5. Heblek emang.