Absurd Idling Time

Idle time is good, and bad in the same time.

good because I could do anything without being followed by whole crappy deadlines, do whatever I wanna do. without worrying it’s not gonna be finished. there is no due date, I can change the due date up to me.

bad because it makes me fatter (the line is: EAT-SLEEP-REPEAT, as my friend, Aan once said in his tweet) and moreeeee emotional. in one day, I could feel happy and sad and angry many times. wake up with smile, having brunch while yelling out, heading town with anger, wake up from afternoon nap with smile again, then go to bed with sorrows in my head.

absurd, huh?

then, I went to Bengkulu last week. I spent around 10 days in order to make me feel refresh. baaahh. boro-boroooooo. my mom and dad was busy doing that Sensus Penduduk 2010’s things, Bengkulu is not a big city and nothing I could do except, babysitting my 7-years-old sister. there is a beach near my house, actually but… it’s too crowded dan bukan semacam pantey cem di Gunung Kidul sana yg asik buat ditongkrongin. lebih mirip Pantai Padang. malls? Jogja has the better ones.

Continue reading “Absurd Idling Time” »

Share

Mara Mara Mara

I tend to express my angers sharply, and I might become a monster, yelling out, throwing out anything, swerving the doors.

I feel like, if I make a loud sound, people would pay attention for me.

sometimes, I regret what I just did. but the other side, I feel satisfy. I’ve told everything that I want everybody to know.

and the thing I regret, why all those things come with angers? because I tend to keep my feelings on my own. keep it, keep it, keep it.  lah katanya disuruh sabar kan? ya mungkin itu kali buah kesabaran saya yang sudah lewat batasnya.

and I learned that from my mom. it’s in my blood, in my DNA.

cuma sekedar terlintas saja pikiran egois macam ini:

bukankah semua yang diturunkan secara genetik, kemudian dimaklumi?

yeaaahh, ini mah pembelaan :p

ah sudahlah, ini cuman curhatan, pasca kemaren ngamuk-ngamuk super dahsyat. apa lagi PMS kali ya. sebenernya saya benci marah-marah apalagi sampe ngamuk-ngamuk. tapi dasar orang-orang ini ga tau diri. dibilangin baik-baik malah cuek, dan makin lama makin ngelunjak. ya gimana saya ga marah?

makanya, demi menghindari saya mengamuk, saya sering banget marah-marahnya di Twitter (ninja) , or write on my private journal. tapi tetep, kalo blom banting-banting barang rasanya blom puas, blom bisa lega. dooohh, kebiasaan yang buruk   (taser)

gambar dicolong dari sana.

Share

Trouble is a Friend

Trouble he will find you no matter where you go
No matter if you’re fast, no matter if you’re slow

The eye of the storm or the cry in the mourn
You’re fine for a while but you start to lose control

Trouble is a friend but trouble is a foe
And no matter what I feed him he always seems to grow
He sees what I see and he knows what I know

So don’t forget as you ease on down the road

He’s there in the dark, he’s there in my heart
He waits in the wings, he’s gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine

So don’t be alarmed if he takes you by the arm
I won’t let him win, but I’m a sucker for his charm

Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine

Oh how I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave, I try

Oh oh, I try!

Trouble is A Friend – Lenka

Share

When I'm not in the mood

2300725650_04eaf02347_o

jadi, ceritanya beberapa hari ini mood saya lagi jelek. mood ngerjain TA maksutnya. dan mood melakukan hal-hal yg harus saya lakukan. pengennya santai, leha-leha, jalan-jalan. tp apa daya kewajiban begitu banyak yg harus diselesaikan.

dan ini kebiasaan buruk (eh, iya kah? ato malah bagus? ga tau deh) saya, kalo ada sesuatu yg belum saya selesaikan, pasti kepikiran terus, susah banget untuk dihilangkan. sedangkan untuk mengerjakannya sampai selesai, butuh mood yg bagus juga, kalo sedang tidak mood dan melakukannya dengan keterpaksaan, hasilnya sangat tidak memuaskan!

itu yg saya alami kemaren, ketika mengerjakan pekerjaan untuk bimbingan TA. dari bimbingan sebelumnya udah di-list apa yg harus dikerjakan dan ada waktu sekitar empat hari untuk menyelesaikannya. kalo mood lagi bagus, sebenernya selesai aja tuh. tp apa daya, MOOD SAYA SEDANG JELEK SEJELEK-JELEKNYA. bahkan sampai ke H-1 hendak dikumpulkan pun mood saya masih ambyar.

saya pun mengerjakan dengan malas-malasan, antara niat dan tidak niat. hasilnya tentu saja ga maksimal, dan kemudian dosen pun menyuruh saya melengkapi lagi, kalo ga lengkap sampai besok, susah mau lanjut. bimbingan kemaren pun saya bener-bener lagi MALAS.

datang telat, dengan bentuk muka sangat jelek (kepanasan, dekil, luthuk, ditambah JUTEK), ga ngomong apa-apa karna emang lg males ngomong, diem aja dengerin dosennya mengomentari kerjaan saya dan hanya ngomong ketika harus menjawab pertanyaan si dosen (itu juga jawabnya dengan malas-malasan. what a good student i am), kemudian pulang dengan hati dongkol plus menggoblok-goblokan diri sendiri, muka masih jutek, waktu diajak ngobrol sm temen satu bimbingan pun CUEK MAMPUS. baaahh, LENGKAP SUDAH.

nyampe rumah, pengennya tidur tp ga bisa. lalu online pun, memasang status ‘GALAU to the MAX’ di YM. curhat sana-curhat sini dan mendapat wejangan begini dari orang itu:

mulo kudu sabar dan tabah. nek mutungan, ra bakal kelakon.

translate: makanya kudu sabar dan tabah. kalo ngambekan ga bakal jadi.

oh yeah, it slapped me right on the face. ah sudahlah, yang kemaren dijadikan pelajaran saja. now, WORK!

gambar boleh dicolong tanpa izin dari sana.

PS: anyway, Selamat Hari Blogger Nasional! *telat* dan juga, Selamat Hari Sumpah Pemuda.

Share