Week #6 & #7

HEY! lack of post again. sorry. I’m not really in the mood of blogging.

so, two weeks ago, I bumped into a Gramedia stand at Pameran Komputer dan menemukan tumpukan buku-buku terbitan agak lama, yang dibanderol seharga 10 ribu rupiah saja sebuah!

biasanya, saya tidak terlalu tertarik sama yang beginian. saya biasanya mikir, yea, bukunya biasanya jelek-jelek, ga menarik, dan… ya pokoknya sepuluh ribu memang worth it. tapi, anehnya entah dorongan dari mana, saya ikutan juga ngubek-ngubek tumpukan buku-buku tersebut dan menemukan tiga buah buku yang kalo dipikir-pikir lumayan, menurut saya. satu buah teenlit (YEA, it’s teenlit, but we’re going to talk about that teenlit), sebuah chicklit yang lumayan tebal (yah, sepuluh ribu untuk sebuah novel yang agak tebal. kapan lagi?), dan satu metropop karangan Alberthiene Endah.

bungkus, 30 ribu! lalu, saya jadi ketagihan berburu buku murah. kemudian, saya ingat di depan Gramedia Sudirman ada pojok buku murah juga. serbu! dan siapa sangka saya menemukan novella Dexter seri ketiga seharga 20 ribu. BUNGKUS! lima puluh ribu sudah dapat empat buah buku. KAPAN LAGI? biasanya untuk satu buah buku saja saya harus mengeluarkan empat puluh ribu rupiah. blom kalo bukunya tebal kayak The Tourist, bisa sampai 60 ribuan. baru satu biji. ini lima puluh ribu saya dapat empat. best deal.

separonya sudah saya baca. Dicintai Jo (Alberthiene Endah) dan Saving Fransesca (the teenlit, yea). dua-duanya oke! bisa liat reviewnya di Goodreads. told ya I’m not really in the mood of blogging. lainnya, saya baca komik berjudul Smile, Himiko! seri satu sampai tiga (tamat). lagi-lagi tipikal komik cinta berseri lainnya, happy ending. tapi jalan ceritanya saya seneng sih bwahahahahah. sayang, ga ada pagenya di Goodreads. jadi ga bisa masukin reviewnya. kapan-kapan aja deh.

demikian. sekarang saya lagi berusaha menyelesaikan Dexter in The Dark dan Hissy Fit (the chicklit).

Week #5

hiyehihihi. a month passed. this week, I read… ummmm. kebanyakan komik ya. saya sanggup membaca komik 5-10 buku dalam sehari. serius. saya pernah membaca habis satu judul komik berseri, Throbbing Tonight, 10-an buku. not bad, eh? jadi, produktifitas saya dalam membaca ada pada membaca komik. bahkan untuk komik yg butuh konsentrasi tinggi, kayak Detective Conan.

maka saya baca Manga ini, minggu ini. maafkan saya masih blom konsisten juga menyelesaikan Joshua Files. arrgghh, enough rambling about it! nanti kalo sudah selesai saja saya kasih tau ya ihihihi.

so, I read 6 books of Electric Daisy (Dengeki Daisy), karya Motomi Kyousuke. blom pernah denger nama pengarang komiknya sih. surprise ternyata ada di Goodreads. bercerita tentang Teru, murid terpintar di sekolah yang miskin, yang sudah lama hidup sendirian, pasca kematian sang kakak, satu-satunya keluarga yg dia miliki (ah saya juga ga ngerti, orang tuanya di mana. masih blom ketahuan). sebelum meninggal, kakak Teru memberikan sebuah handphone, sebagai semacam teman hidup Teru di kala kesepian, pengganti kakaknya. handphone tersebut terhubung dengan seseorang bernama samaran Daisy.

suatu hari, kejadian tidak terduga, Teru bertemu dengan Kurosaki, penjaga sekolahnya, yang katanya preman dan galak. Teru harus bekerja dan diperbudak Kurosaki (in some way, not in the negative way) karena tidak punya uang untuk mengganti kaca gedung sekolah yang ia pecahkan. turns out, Kurosaki is Daisy.

sejauh ini ceritanya fun, energik, kadang sedih, kadang ceria yea, tipikal serial cantik berseri sebenarnya. latar ceritanya yang bikin saya tertarik membaca lebih jauh, hacker dan cracker. dan saya suka tipe-tipe cerita girl power begini. Teru bukan tipe cewek lemah, yea that kind of story. sort of reminds me to Penguin Brothers of Ayumi Shiina, the one who also wrote Baby Love. saya kira si Kurosaki ini preman yg beneran galak, ga taunya cuma cowok yang kurang pandai mengungkapkan perasaannya, dooh.

kasih 3.5, karena gambarnya yang bagus. ternyata di Jepang dan di Indonesia sinih masih on going. baru sampai jilid 6. sepertinya masih panjang jalan ceritanya hohohohoho. we’ll see.

selanjutnya saya baca komik juga sih, Love Button karya Usami Maki. saya suka Usami Maki! bercerita tentang Niina, baru masuk SMA yang menembak cowok idola, Koga, saat upacara penerimaan murid baru. tadinya Koga ga peduli, tapi melihat kegigihan Niina, mereka pun menjalani masa percobaan pacaran. turns out it will not be easy, karena Koga memiliki fans yg tidak suka melihat kedekata Niina dan Koga. besides, si Koga ini sukanya ngerjain Niina. masih satu jilid, dan bersambung ke jilid berikutnya. nggg kasih 3/5 aja deh. 2.5 untuk cerita karena udah umum ya cerita macem begini, endingnya udah bisa ketebak muhahahah, dan 0.5 untuk gambarnya, saya suka Usami Maki.

buku berikutnya adalah pinjeman dari Ruben. Empat Musim Cinta. berisi 16 cerpen dari 8 penulis. tiga di antaranya saya kenal, karena masing-masing sudah pernah menelurkan buku. yang saya suka adalah 2 cerpen pertama dari Adhitya Mulia (Jomblo, Gege Mengejar Cinta), 2 cerpen di tengah dari Okke ‘sepatumerah’ (Kamar Cewek, Indonesian Idle, Heart Block), 2 cerpen dari Rizki Pandu Permana (Negeri Van Oranje), dan 2 cerpen di akhir buku dari Veronika Kusuma Wijayanti. rating: 3/5.

Week #1

so, it’s first week of 2011 already, eh? *somebody please stop me from this Robin’s accent!*

I read (and currently read) 6 books this week. I’m done reading four books.

1. Detective Conan 58 by Aoyama Gosho, re-read.

bacanya dalam perjalanan pulang dari bandara, minggu lalu pas habis nganterin ibu dan adek bontot balik ke Bengkulu. dan selesai pas udah turun di shelter wirosaban muhahahahahah. sebenernya gue udah baca ini sih, versi digitalnya di One Manga, jadi anggepannya re-read gitu ya. gue suka cerita yang di buku ini, spionase abis, karena Conan membantu CIA dan FBI dalam meringkus si komplotan organisasi berbaju hitam (yang bikin dia mengecil).

I read Detective Conan since junior high dude, and it seems like never touch the end. doh, gek buruan ketangkep si komplotannya trus balik jadi Shinichi Kudo lagi sih.

rating: 3.5/5.

Continue reading Week #1