
I tend to express my angers sharply, and I might become a monster, yelling out, throwing out anything, swerving the doors.
I feel like, if I make a loud sound, people would pay attention for me.
sometimes, I regret what I just did. but the other side, I feel satisfy. I’ve told everything that I want everybody to know.
and the thing I regret, why all those things come with angers? because I tend to keep my feelings on my own. keep it, keep it, keep it. lah katanya disuruh sabar kan? ya mungkin itu kali buah kesabaran saya yang sudah lewat batasnya.
and I learned that from my mom. it’s in my blood, in my DNA.
cuma sekedar terlintas saja pikiran egois macam ini:
bukankah semua yang diturunkan secara genetik, kemudian dimaklumi?
yeaaahh, ini mah pembelaan :p
ah sudahlah, ini cuman curhatan, pasca kemaren ngamuk-ngamuk super dahsyat. apa lagi PMS kali ya. sebenernya saya benci marah-marah apalagi sampe ngamuk-ngamuk. tapi dasar orang-orang ini ga tau diri. dibilangin baik-baik malah cuek, dan makin lama makin ngelunjak. ya gimana saya ga marah?
makanya, demi menghindari saya mengamuk, saya sering banget marah-marahnya di Twitter (ninja) , or write on my private journal. tapi tetep, kalo blom banting-banting barang rasanya blom puas, blom bisa lega. dooohh, kebiasaan yang buruk (taser)
gambar dicolong dari sana.