Formula Metropop

Membaca novel dengan genre Metropop ini semacam apa ya… guilty pleasure? Ah engga sih, saya ga merasa bersalah tiap baca genre ini. Cukup pleased setiap baca ini tanpa tambahan merasa bersalah. Cukup puas dengan jalan cerita yang klise, ending yang gampang ditebak, konflik yang juga gampang ditebak. Walau kadang suka ngelempar novel yang banyak typo, diksi tidak menarik, dan kalimat yang belepotan.

Yang bikin saya masih betah untuk baca Metropop (sampai kadang saya menyediakan waktu dan budget tertentu karna emang kepengen cari Metropop), mungkin lebih ke penokohan karakter kali ya. Contoh aja nih, bagi saya Sophie Kinsella itu jenius. Dia bisa bikin novel chicklits (Chicklits di luar, di sini Metropop. Kayaknya si Gramedia mau jadi pionir gitu deh hahahah) dengan berbagai karakter perempuan yang berbeda-beda. Ga melulu pegawai kantoran (Kalo ga perusahaan multinasional, ya bank. Elah Orang Indonesia pikir kerjaan ‘wah’ itu cuma di sono ya?). Di I’ve Got Your Number ada Poppy Wyatt si terapis yang pusing cincin kawinnya ilang. Atau Rebecca Bloomwood, penulis majalah finansial yang gila belanja di Shopaholic Series.

Continue reading Formula Metropop

Generasi Nunduk

Alkisah di sebuah restoran di Setiabudi, Jakarta Selatan, tujuh muda-mudi sedang berkumpul.

Sebagian piring dan gelas sudah kosong. Ada beberapa piring yang masih berisi segunduk entah itu steak dan kentang goreng atau chicken cordon bleu dan sayuran. Sepertinya tidak ada yang berniat untuk menghabiskannya. Dibiarkan begitu saja sampai diambil pelayan.

Dua laki-laki berkacamata yang duduk di paling ujung meja sepertinya baru saja mengabadikan momen kebersamaan mereka malam itu ke dalam gambar menggunakan ponsel.

Continue reading Generasi Nunduk

25 Things To Do Before You Turn 25. Checked and Noted.

I found this. I know Thought Catalog can be lame sometimes. But this one is worth to read, not that bad.

Well, I’m still 24, in a couple of months I will be 25. Umur dua puluh lima itu nampak begitu penting ketika belum terlewati, semacam penanda. Entah penanda apaan. Dibilang penanda kedewasaan juga, kemaren-kemaren waktu umur 17 dan 20 dan 21 KATANYA penanda kedewasaan juga? Mungkin kedewasaan itu ada levelnya. Umur 17, level 1. Umur 20, level 2. Umur 21, level 3. Umur 25, level 4. Umur 30, level 5. dan seterusnya.

Mungkin juga semacam penanda masa-masa peralihan. Peralihan dari umur 2o-an, ke umur 25-an. *MENURUT NGANA AJA KALI. Ah maaf saya kayaknya kehabisan basa-basi untuk preambule ini*

Jadi, saya mau mengomentari setiap poinnya. Here we go.

Continue reading 25 Things To Do Before You Turn 25. Checked and Noted.