Timbunan September

Ceritanya gue berkeinginan berhenti menimbun novel impor sampai akhir tahun. Ga cuma novel impor aja sik. Novel lokal juga.

Ya gimana, yang tahun lalu dan tahun sebelumnya aja masih ada yang diplastikin.

Apa daya aku begitu lemahnya.

Bulan ini beli beberapa buku lokal. Salah duanya yang gue inget adalah ini. (Sisanya entah tertimbun di mana hahaha, tipikal)

 

Romo Mangun! Panutan arsitek nasional, woyoooo. Dan buku-buku Marga T pernah jadi bacaan favorit ketika SMP. (Orang-orang waktu SMP bacaannya LOTR atau mulai baca novel klasik, gue bacanya Marga T)

Untuk buku impor, selain Attachments, ada tiga buku ini yang dibeli bulan ini.

  

Before I Go To Sleep dibeli di Books and Beyond gara-gara digoda Dina. Zzzz. Tadinya dia yang pengen beli dan pinjem member gue biar dapet diskonan. Eh trus gue tertarik sama si BIGTS itu. Beli juga dah. Mayan diskonnya dari 98 jadi 70-an.

Dua lainnya dibeli ketika tidak berhasil mendapatkan celana di PS. Rencananya hari itu mau buang duit di Kompas Travel Fair, tapi tidak ada harga tiket yang cucok untuk tujuan eik Oktober 2015 jadi ga berhasil. Melipir ke sebelahnya, Nike Warehouse Sale, mau cari sepatu atau celana olahraga. Antrine ra jamak. Berhubung ingat tujuan utama adalah mencari celana bepergian sehari-hari maka melipirlah ke PS. Oya, sebelum melipir ke Nike Warehouse eik mampir ke samping satunya KTF, ada pameran produk investasi dan khilaf apply Reksadana di Panin. Semoga berkah ya. Amin.

Udah lama ingin punya Mr. Penumbra. Pernah nemu di Aksara tapi harganya tak suka lah awak, kak Ros. Mau beli bookdepository masih ada antrian lainnya. Lalu nemu versi hematnya di Kino dan tak sampai 150 ribu makanya sikat! Eh lalu liat bukunya Julian Barnes (yang konon katanya pemenang Pullitzer) dan covernya lucuk dan menceritakan tentang balloonist. Pekerjaan macam apa itu balloonist? Maka disikat juga.

Duh, Gusti paringana rak buku unyu…

Leave a Reply