Twenty Nine

Kalau sudah di penghujung bulan April begini, tandanya saya sudah nambah tua lagi. Tahun ini dua puluh sembilan.

Tahun ini adalah tahun terakhir saya mengaku-aku sebagai mbak-mbak dua puluhan.

Tenang saja, sebagian jiwa saya masih berasa kayak umur dua puluh dua. Umur dua puluh dua saya pernah bikin postingan kayak begini dan sampai usia dua puluh sembilan ini postingan blog ini masih saja kurang berfaedah bagi generasi penerus bangsa.

You see, some things don’t change, right?

Saya juga pernah posting begini, trus tau-tau baca itu lagi sekarang macam mak jegeeeerrr.

Dari yang saya tuliskan di situ, yang kejadian dan sesungguhnya sangat saya rasakan adalah bagian ‘know myself completely’. Bagian ‘reach every dreams I had (at that time)’, saya aja udah lupa saya ngimpi apa aja waktu itu (selain yang saya tuliskan di situ hahahah). My own designed house? Kayaknya saya udah lupa caranya pakai AutoCAD. But I can do the budget and costing instead, saya anak Excel dan Cost-X sekarang. :))

Postingan tersebut memuat target saya ketika menginjak usia 32 dan saya masih punya waktu 3 tahun lagi untuk mencapai semuanya. Mudah-mudahan salah satu (atau kalau bisa semua sih hahaha) bisa tercapai sebelum itu ya.

Kalau belum juga, ya sudah. Manusia boleh berencana, Tuhan juga boleh berencana kan?

Featured image from here

2 comments

Leave a Reply