Kalau sudah di penghujung bulan April begini, tandanya saya sudah nambah tua lagi. Tahun ini dua puluh sembilan. Tahun ini adalah tahun terakhir saya mengaku-aku sebagai mbak-mbak dua puluhan. Tenang saja, sebagian jiwa saya masih berasa kayak umur dua puluh dua. Umur dua puluh dua saya pernah bikin postingan kayak begini dan sampai usia dua puluh sembilan ini postingan blog ini masih saja kurang berfaedah bagi generasi penerus bangsa. You see, some things don’t change, right? Saya juga pernah posting begini, trus tau-tau baca itu lagi sekarang macam mak jegeeeerrr. Dari yang saya tuliskan di situ, yang kejadian dan sesungguhnya sangat saya rasakan adalah bagian ‘knowRead More →

Dua belas tahun mengikuti permainan timnas Jerman, berulang kali hasilnya antiklimaks. Dijagokan selama partai penyisihan grup sampai semifinal, selalu berakhir paling bagus jadi runner up, paling sering jadi juara ketiga. Tapi, tahun ini lain. Benar-benar tahun bersejarah bagi DFB team. Tahun ini bintang keempat ditambahkan ke logo DFB team, tanda Jerman berhasil menjadi juara dunia untuk yang keempat kalinya. Weltmeister!Read More →