Happy Birthday Again, My Old Man.

Saya ga pernah akrab sama bapak sejak dulu. Saya selalu sulit terbuka sama bapak. Kalau sama ibu saya bisa cerita apa saja, bercanda sesukanya, menertawakan apa saja. Tidak dengan bapak.

Sebetulnya dari dulu pun bapak ga pernah menghalang-halangi saya mengejar apa yang saya inginkan. Hanya saja mungkin cara berkomunikasi kami yang salah. Atau saya yang masih tidak bisa (mungkin belum mau juga) memahami bapak.

Baru beberapa tahun belakangan rasanya tembok yang terbangun di antara kami pelan-pelan runtuh. Saya sudah mulai bisa ngomong baik-baik apa yang saya inginkan, ngobrol santai dan akrab sama bapak. Bicara sama bapak itu harus pilih-pilih situasi dan kondisi. Juga harus pandai memilih becandaan dan jangan sekali-sekali mencetuskan pertanyaan konyol.

Begitulah. Sekarang sih, semua baik-baik saja. Mudah-mudahan begini terus. Saya tau kok bapak bangga punya anak kayak saya (ga tau deh apa yang perlu dibanggain ngahahaha). Harusnya bapak juga tau kalau saya bangga punya bapak yang seperti ini. Kadang suka kepengen punya bapak penyayang yang enak diajak ngobrol seperti teman sendiri, but hey whatever. Sometimes you just have to accept what you have, it’s probably what you deserve.

Selamat ulang tahun, bapak.

Selamat menikmati masa persiapan pensiun. Jangan sampai setres, jaga kesehatan.

(Semoga segera dipertemukan dengan calon menantu. #TETEUPLAHYE)

(Ngomong-ngomong, saya jarang bikin postingan tentang ibu di blog ini. Gimana ya, apapun yang ingin saya katakan ke ibu, tinggal saya katakan saja. Apa adanya tanpa sensor. Kalau ke bapak, ngomong macam ini cuma buang-buang waktu tidur beliau aja hahaha)

(Oh iya, SELAMAT TAHUN BARU!)

4 comments

Leave a Reply