Subtle Hints

disclaimer: ini bener-bener curhatan! kalo ga mau kecewa gara-gara keluhan saya yg mungkin terdengar sangat childish dan ih-plis-deh-lo, mending ga usah dibaca. atau mungkin ada yg tersinggung, saya mohon maaf, karna ini bener-bener lagi curhat. thank you.

sebagai teman, saya senang kalau kamu punya berita gembira.

saya turut senang kalau kamu senang.

tapi, saya akan lebih senang lagi kalau kamu mau berbagi kesenanganmu dengan saya.

sama halnya dengan, ketika kamu sedih atau susah, saya siap mendengar semua keluhan dan ceritamu, kebimbanganmu. menjadi pendengar setia. dan membantu sebisa saya, apapun kesusahanmu.

tapi, sampaikanlah semua itu secara jelas! jangan setengah-setengah, sok menyembunyikan berita. haduh, berasa seleb aja sih lo apa-apa serba diumpetin. wait, mending diumpetin ya, jadinya ga tau sama sekali.

lah ini, menyampaikan sesuatu setengah-setengah, separo-separo. bikin orang bertanya-tanya, maksut dari sekian banyak status implisit kamu itu. you know what, kayak gini malah bisa memicu gosip.

yeah, I’m talking about some friends of mine yang suka bikin status-status implisit. seperti hendak berbagi tapi waktu ditanya (dan biasanya sih saya nanyainnya offline atau di luar dari social media, ga ikut-ikutan berkomentar di lapak social media dia), jawabannya seperti menyembunyikan sesuatu. like ‘ada deeeehhh’, ‘ra-ha-si-a’. I really hate that kind of answers.

please, I know you for years, not yesterday afternoon. sepertinya pepatah ini memang benar: Twitter (dan social media lainnya), menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh.

oh crap. I should stop keeping my eyes on the screen. it makes me look at all these implisit statuses. and complaining like this. get your butt off the chair!

gambar dicolong tanpa ijin dari sana.

PS: Subtle = misterius, tersembunyi, tersirat. uhuy, malah dapet vocab baru hahahah :p

8 comments

  1. fufufuufufufufufufu
    (banana_rock) (banana_rock) (banana_rock) (banana_rock)

    (ninja) menghilang
    *ceritanya subtle

    in anyway,
    simpan sendiri berita yang bahkan tak jelas bagi dirimu sendiri (funkydance) (funkydance)

    Reply

  2. ah yaaa, maksutnya mau bilang gitu juga hauahuahahah.
    ora dolan emoticon kowe. merusak blogku (taser)
    btw kenapa komen lu masuk spam (evilsmirk)

    Reply

  3. *mengoreksi diri*
    hehehe… kayaknya aku pernah deh kayak temenmu itu. (tongue)
    tp terlebih karena serba salah.
    mau cerita yg lengkap, tp panjaaaaannnggg bgt.
    jd nya cuma setengah2, deh. (hassle)

    Reply

  4. Kalau aku ketemu sama orang yang kayak begitu, biasanya ilfil dan gak akan mau tau ttg kehidupannya dia lagi.. yaudahlah kalau ndak mau percaya buat didengerin lagi..malesin banget. biar dia sendiri yg datang dan cerita sendiri. mendingan diemin aja ti, kan malah enak gak dibebani dengan beban orang lain juga hehehehe (haha)

    Reply

  5. @ Juminten: menurutku sih, nek temenmu itu emang temen yg baik, dia pasti ga masalah kalo harus dengerin ceritamu yg panjang lebar dan mungkin berliku-liku *halah* 😀

    @ Nisa: hahay. yah itu dia deh. aku jg ilfil, dan ya udah deh, ga usah nanya-nanya lebih jauh. padahal tiap doi (jiaahh doi) bikin status feelingku ‘eh buset minta ditanya banget ni orang’ (haha) tapi ya sudahlah. ga semua orang juga gampang berbagi, ya toh ;))

    Reply

  6. Hmmm… ya, saya bisa merasakan bagaimana jengkelnya dibegitukan orang lain. (okok) Harusnya kalo ga mau ditanya begitu, ya dari awal ga usah menyebarkan berita, ya kan? Rasa keingintahuan itu udah jadi sifat dasar manusia. (idiot)

    Reply

  7. @ asop: 😀 egois juga sifat dasar manusia. yang namanya teman, katanya kan ga boleh egois :p
    yaahh, in the end saya sih cuma bisa diam dan sabar saja. some people has the different ways to show how they feel, right? time will heal 😉

    Reply

Leave a Reply