The Best Friend’s Wedding.

Mbak Mar udah jadi bini orang! I’m the happiest best friend. Bahkan rela banget balik lagi ke kos pake taksi karna begitu sampai di lokasi acara baru ketauan memori card masih temancep di laptop (yea, kejadian ini berulang lagi), saking kepengennya saya mengabadikan hari bahagia tersebut.

Waktu ijab qobul, si lakik-nya Celly doang yang keliatan resah dan gelisah, sementara Celly-nya terlihat anteng, mantep, lempeng. Begitu si lakik selesai mengucapkan “…DIBAYAR TUNAI!”, saya megap-megap sedikit dan begitu penghulu dan saksi-saksi berseru “SAH!”, saya sesak napas sesaat.

Damn, my girl is taken away from me! :’))))

I can only wishing the both of you unlimited happiness ahead, Cel, Ken. Mazel tov!

2 comments

    1. gue ga mewek. sesak napas dan megap-megap sebentar. pengantennya aja ga mewek. malah lakiknya. :))))

      Reply

Leave a Reply