Formula Metropop

Membaca novel dengan genre Metropop ini semacam apa ya… guilty pleasure? Ah engga sih, saya ga merasa bersalah tiap baca genre ini. Cukup pleased setiap baca ini tanpa tambahan merasa bersalah. Cukup puas dengan jalan cerita yang klise, ending yang gampang ditebak, konflik yang juga gampang ditebak. Walau kadang suka ngelempar novel yang banyak typo, diksi tidak menarik, dan kalimat yang belepotan.

Yang bikin saya masih betah untuk baca Metropop (sampai kadang saya menyediakan waktu dan budget tertentu karna emang kepengen cari Metropop), mungkin lebih ke penokohan karakter kali ya. Contoh aja nih, bagi saya Sophie Kinsella itu jenius. Dia bisa bikin novel chicklits (Chicklits di luar, di sini Metropop. Kayaknya si Gramedia mau jadi pionir gitu deh hahahah) dengan berbagai karakter perempuan yang berbeda-beda. Ga melulu pegawai kantoran (Kalo ga perusahaan multinasional, ya bank. Elah Orang Indonesia pikir kerjaan ‘wah’ itu cuma di sono ya?). Di I’ve Got Your Number ada Poppy Wyatt si terapis yang pusing cincin kawinnya ilang. Atau Rebecca Bloomwood, penulis majalah finansial yang gila belanja di Shopaholic Series.

Continue reading “Formula Metropop” »

Share

Rangga is A Jerk

Sejak MirLes mengumumkan bahwasanya dia akan membuat sekuel AADC 2 KALAU Pendekar Tongkat Mas laris manis, saya sudah tidak simpatik. Saya cuma rolling eyes dan justru menentang keras. Si tante ini cuma memanfaatkan kehebohan jagat maya pasca kemunculan mini drama LINE beberapa waktu silam.

Buat saya, kehadiran mini drama LINE sudah cukup untuk nostalgila. Dan sudah cukup untuk membuka mata kalau Rangga itu brengsek.

Iya, Rangga itu brengsek. (Kalo mas Nico-nya sih engga)

Brengsek di mana-nya sih si Rangga itu? Sensi amat mbaknya ini.

Continue reading “Rangga is A Jerk” »

Share

This and That.

Cuma mau update singkat perihal kehidupan. Yah kalo masih ada yang tertarik sih. Kalo ga ada, yowes. Buat record pribadi aja. Blog gueh, yg bayar domain gueh (meskipun hostingan numpang di juragan. Wow, sudah cukup lama ya saya numpang, apakah sudah saatnya saya untuk bayar hosting sendiri hmmmm).

  • Sayah pindah kerja lagiihhh huahahah. Dua setengah tahun yang lalu, bayangan saya pindah ke perusahaan kontraktor ostrali, niatnya ingin settle, meskipun kala itu pengalaman kerja baru dua setengah tahun. Ceritanya malas lah kalau harus pindah-pindah lagi. Apa daya, merga kahanan, saya harus pindah juga.
  • Kahanannya antara lain adalah kondisi internal perusahaan. Tau sendiri lah, bisnis di mana-mana lagi gonjang-ganjing. Bahkan sejak dua tahun lalu, kondisi perusahaan sudah terombang-ambing, tapi saya masih mencoba bertahan (dan untungnya sih perusahaan masih mempertahankan hahahah). Yah, dibuang ke proyek sih ngoahaha. Alhamdulillah dibuangnya tanpa maksut apa-apa melainkan supaya saya selalu belajar dan makin banyak pengalaman dan punya kesempatan eksplor career path yg sudah saya pilih. Ndilalah kok ya bos saya waktu itu tau ya, kalau saya memang punya minat dan bakat di posisi ini. Kangen, pak e…

Continue reading “This and That.” »

Share

The Destruction of Humanity

This is what destroy people: COMMUNICATION.

You talk too much, you destroy your connection with people.

You talk too little, you destroy yourself.

You don’t figure it out, you’ll be clueless your whole life and you will never know. You’ll end up feeling stupid for the rest of your life.

Pic from here

Share