December. Terrified to Death.

mau sampai kapan terjebak dalam asumsi?

sementara dia dan mereka sudah mulai merangkak dan bergerak memikirkan resepsi.

tapi kan katanya gue blom mau kawin kalo blom keliling Eropa ~  (headspin)

Share

Si Tony

 everybody, meet Tony. my new baby. dibeli secara impulsif pada tanggal 1 November 2011 malam, diiringi gerimis (halah, penting?).

tadinya cuma mau liat-liat dulu, ga bawa duit (bahkan duit di dompet tinggal dua puluh ribu). tapi, dasar si mas-masnya lucu, rodo edan, dan pinter ndobos, saya pun menggesekkan kartu ATM saya di sana. sayanya belagak pilon kalo kartu ATM saya ga bisa dipake gesek soalnya punya bank yang tidak terlalu umum. eh makin gila sepikannya si masnya ini.

“bisa wis, bisaaaa. gini aja deh. kalo ga berhasil (transaksi debetnya), berarti besok aja belinya. emang ga jodoh hari ini. kalo berhasil… modyar kowe!”.

asem tenan. :)) dan ternyata berhasil. maka malam itu saya semacam ndeso, ngakak-ngekek ga jelas kayak orang yang antara rela dan ga rela sudah menguras tabungannya sejak pertama kali menerima gaji. saya masih ga percaya, baru saja membungkus kamera DSLR yang sudah lama saya idam-idamkan itu. pakai uang sendiri lagi. terharu.

and there it is, Tony (nama yang saya kasih huahahahah. diambil dari Tony Stark, my man, the Iron Man), si Nikon D3100. padahal tadinya saya sudah kekeuh surekeuh dan manteb mau beli Canon EOS 1100 D aja. tapi, memang si Nikon D3100 ini sudah mengusik keputusan saya sejak liat reviewnya. spesifikasinya agak di atas yang Canon dikit, dan harganya ga jauh beda. selama ini saya lebih senang main-main dan pinjem-pinjem DLSR Canon punya teman. dulu ga terlalu sreg sama Nikon. tapi, ga ada salahnya dicoba kan? siapa tau memang cocok. dan jodoh.

we’re (we, saya dan Tony) ready to hit the world! doakan saya selamat bersamanya ya, teman-temin. *halah halah*

berikut beberapa hasil test drive Tony.

Continue reading “Si Tony” »

Share